WISATA ROHANI DAN ALAM
- Pondok Pesantren Termas
Dilihat dari segi jaraknya, yakni 135 Km dari kota Solo dan 70 Km dari
kota Ponorogo, maka wajarlah kalau santri-santri yang berdatangan dari daerah
lain.
Sedangkan desa Tremas terletak pada 11 kilometer dari kota Pacitan ke
utara dan1 kilometer dari kecamatan Arjosari. Desa Tremas dipagari oleh
bukit-bukit kecil yang melingkar dimana sebelah utara dan sebelah timur desa
Tremas mengalir sungai Grindulu yang selalu membawa lumpur banjir di waktu
musim penghujan. Oleh karenanya pondasi rumah penduduk desa tersebut
rata-rata sangat tinggi bila dibandingkan dengan pondasi rumah penduduk di
daerah yang bebas banjir.
Mata pencaharian penduduknya adalah bertani, yakni bercocok tanam
padi, kacang tanah, kelapa, pisang, sayur mayur dan sebagainya. Karena
Pacitan merupakan daerah yang minus dan tandus maka tidaklah aneh jika
masyarakatnya sedikit ketinggalan jika dibandingkan dengan masyarakat daerah
lain, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan uraian tersebut kita dapat
menggambarkan kehidupan rakyat di daerah itu, yang sedikit banyak dapat
mempengaruhi keadaan Pondok Tremas
Tremas berasal dari dua kata yaitu Trem berasal dari kata Patrem yang berarti senjata atau keris kecil dan mas berasal dari kata emas yang berarti logam mulia yang biasa dipakai untuk perhiasan kaum wanita. Kata ini berkaitan erat dengan cerita tentang dibukanya sebuah hutan yang akhirnya dinamakan Tremas, adapun yang pertama kali membuka hutan tersebut adalah seorang punggawa keraton Surakarta yang bernama Ketok Jenggot, atas perintah raja keraton Surakarta sebagai hadiah atas jasanya yang telah berhasil mengamankan keraton dari mara bahaya |


