Saturday, January 11, 2014

Objek Wisata Pacitan (Pacitan City Destination)

Pacitan adalah sebuah kabupaten yang terletak di penghujung barat daya provinsi Jawa Timur yang berjarak 270 km dari kota Surabaya atau 100 km dari Solo. Untuk menempuhnya kita butuh waktu 5-6 jam dari Surabaya melalui Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo. Kondisi geografis kabupaten Pacitan 80 % lebih wilayahnya merupakan gunung kapur yang sulit air. Namun di balik itu tersimpan pemandangan alam yang eksotik yang tidak pernah atau jarang dijumpai di daerah lain. Apa saja itu ? Mari coba kita telusuri satu-persatu……

WISATA ROHANI DAN ALAM

  • Pondok Pesantren Termas
ImagePondok pesantren ini menurut sejarah merupakan pondok pesantren tertua ke-2 di Pulau Jawa. Terletak di desa Tremas kecamatan Arjosari (11 km menjelang Pacitan dari arah Ponorogo). Mengunjugi ponpes ini apalagi kalau telah melakukan sholat di dalam masjid di lingkungan ponpes, serasa kedekatan kita terhadap Sang Khaliq semakin bertambah.
Dilihat dari segi jaraknya, yakni 135 Km dari kota Solo dan 70 Km dari kota Ponorogo, maka wajarlah kalau santri-santri yang berdatangan dari daerah lain. Sedangkan desa Tremas terletak pada 11 kilometer dari kota Pacitan ke utara dan1 kilometer dari kecamatan  Arjosari. Desa Tremas dipagari oleh bukit-bukit kecil yang melingkar dimana sebelah utara dan sebelah timur desa Tremas mengalir sungai Grindulu yang selalu membawa lumpur banjir di waktu musim penghujan. Oleh karenanya pondasi rumah penduduk desa tersebut rata-rata sangat tinggi bila dibandingkan dengan pondasi rumah penduduk di daerah yang bebas banjir.
 
Mata pencaharian penduduknya adalah bertani, yakni bercocok tanam padi, kacang tanah, kelapa, pisang, sayur mayur dan sebagainya. Karena Pacitan merupakan daerah yang minus dan tandus maka tidaklah aneh jika masyarakatnya sedikit ketinggalan jika dibandingkan dengan masyarakat daerah lain, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan uraian tersebut kita dapat menggambarkan kehidupan rakyat di daerah itu, yang sedikit banyak dapat mempengaruhi keadaan Pondok Tremas

Tremas berasal dari dua kata yaitu Trem berasal dari kata Patrem yang berarti senjata atau keris kecil dan mas berasal dari kata emas yang berarti logam mulia yang biasa dipakai untuk perhiasan kaum wanita.

Kata ini berkaitan erat dengan cerita tentang dibukanya sebuah hutan yang akhirnya dinamakan Tremas, adapun yang pertama kali membuka hutan tersebut adalah seorang punggawa keraton Surakarta yang bernama Ketok Jenggot, atas perintah raja keraton Surakarta sebagai hadiah atas jasanya yang telah berhasil mengamankan keraton dari mara bahaya


  • Pemandian Air Hangat Tirta Husada
Banyu Anget

Pemandian Air Hangat Tirta Husada atau yang lebih terkenal dengan sebutan Banyu Anget ini, terletak di kecamatan Arjosari lokasinya sekitar 6 km dari ponpes Termas. Sumber air hangat yang muncul dari pegunungan di sekitar pegunungan kapur selatan yang nyaman untuk berendam dan menghangatkan tubuh dari kepenatan kerja sehari-hari.
  • Monumen Palagan Tumpak Rinjing

Terletak di Desa Dadapan Kec. Pringkuku berada tengah-tengah hutan jati di tepi jalan raya Pacitan-Solo (5 km dari kota Pacitan). Merupakan monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dari lokasi monumen kita dapat menikmati indanya pemandangan pantai Teleng Ria dan kota Pacitan dari atas bukit.




  • Monumen Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman
Terletak di desa Pakis Kecamatan Nawangan, sekitar 35 km dari Pacitan ke arah Purwantoro Jawa Tengah melewati Kec.Arjosari ke arah utara. Gunung kapur dan bebukitan menjadi pemandangan indah menuju kecamatan Nawangan yang merupakan kecamatan tertinggi di Pacitan yang memiliki panorama alam yang sangat indah. Di sini didirikan Monumen Perjuangan Panglima Sudirman untuk mengenang perjuangan gerilya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI.

  •  Tradisi Eretan
Salah satu yang menjadi keunggulan masyarakat Jawa adalah semangat gotong royongnya yang tinggi, dan selalu dipupuk dalam setiap kesempatan dan kegiatan yang ada. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok nelayan di Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.
Tepatnya Jum’at (3/1/2014) warga yang tergabung dalam serikat nelayan Kebonagung menyelenggarakan tradisi eret atau eretan. Eret adalah mencari ikan dengan metode jaring panjang yang dipasang melingkari teluk. Kedua ujung jaring ada di daratan dan kemudian ditarik bersama untuk menggiring ikan kearah pesisir. Ikan yg berhasil digiring nantinya akan terperangkap ke dalam jaring panjang tersebut, atau menangkap ikan jaring keruk.
Jaring Eretan yang Bedah (Foto : Doc. info Pacitan)
Jaring Eretan yang Bedah

Filosofi yang muncul dalam tradisi eret ini adalah Eretan Ngupaya Mina, yang merupakan kalimat bahasa Jawa dengan makna saling bergandengan mencari ikan. Nilai yang mungkin sulit didapat dalam zaman yang serba pragmatis dan mementingkan kepentingan sendiri.

Penari Lokal turu memeriahkan eret (Foto : Doc. Info Pacitan)
Penari Lokal turu memeriahkan eret
 
Selain agenda inti eretan, budaya unik ini juga dimeriahkan dengan agenda pendukung lainnya seperti tari – tarian yang dilaksanakan oleh sinden atau penari setempat.

Pelaksanaan Tradisi Eretan
Tradisi ini dimulai ketika 10 pria berbaris di bibir pantai membelakangi hamparan pasir Laut Pantai Dangkal. Salah satu sesespuh di komunitas tersebut membacakan kata dan kalimat dengan intinya adalah terkait  sedekah bumi yang berwujud  ayam dimasak bumbu lengkap dengan nasi dan lauk. Sajian itu ditata sedemikian rupa dan ditata di atas hamparan pasir.

Eret (Foto : Doc Info Pacitan)

Sajian tersebut lantas dibacakan doa. Pembacaan dipimpin tokoh agama desa setempat. Ratusan hadirin yang berdiri di segenap penjuru pantai pun ikut berdoa. Lalu setelah doa selesai, 10 pria memulai tugas. Dengan langkah serentak, mereka maju ke arah kepala desa. Lalu, satu per satu tangannya bergantian menjabat kepala desa dan kyai.
Kemudian, 10 pria yang mengenakan pakaian ala kadarnya berbalik arah dan beramai-ramai mendorong 2 perahu yang tertambat di tepi pantai. Setelah perahu mengapung, 4 pria menaiki 2 perahu. Sedangkan 6 lainnya menunggu di pesisir. Perlahan perahu tersebut bergerak menjauhi pantai.

Beberapa waktu kemudian, kedua perahu bergerak kembali ke pinggir. Lajunya tak terlalu kencang. Tujuannya untuk menjaga agar jaring yang ujungnya tertambat di kedua ujungnya tidak putus. Dengan jarak kurang lebih lima meter dari pantai, puluhan warga lain yang sejak tadi menunggu berhamburan menuju kedua ujung tali jaring yang tertambat di dua perahu untuk menarik  jaring penuh aneka jenis ikan.
Pasa sukses menarik ikan, dan ikan terkumpul, barulah nelayan pemilik perahu dan jaring membaginya. Semua mendapat bagian sesuai perannya. Baik para pria pendorong perahu maupun warga yang suka rela memantu menarik tali jaring, semua membawa ikan. Dan sambil membawa ikan dengan berbagai jenis, para warga tersebut kembali menuju tempat semula.
Agenda akhir dari tradisi eretan adalah memakan dan menikmati nasi dan ayam ingkung yang sudah disajikan sebelum acara dimulai. Dan ini merupakan bagian paripurna dari tradisi eretan Pacitan, sebuah kekayaan budaya daerah, selain Baritan, tetaken dan Ceprotan.

 Wisata Pantai

  • Pantai Teleng Ria
Tertarik untuk belajar surfing? Cobalah datang ke Teleng Ria. Pantai berjarak 3,5 km dari pusat kota ini memiliki dasar dari pasir dan ombak dengan tipe beach break. Di sini terdapat sebuah life guard tower tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung. Selain tempat persewaan papan selancar, Anda juga bisa menyewa papan boogie. Boogie boards, atau yang biasa disebut Paipo di Hawaii dan juga dikenal dengan nama bodyboards, adalah papan surfing dengan panjang maksimal 4 kaki. Papan ini dulu biasa digunakan oleh anak-anak sebelum akhirnya mereka mahir berselancar, namun kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk selancar profesional. Stand up surfing atau selancar sambil berdiri hanya bisa dilakukan dengan papan berukuran lebih dari 6 kaki (sekitar 1,8 meter).
Ombak di pantai ini tidak terlalu deras, sehingga aman bagi Anda yang hobi berenang. Menuju ke arah barat, Anda akan menemui sebuah pelabuhan kecil tempat para nelayan merapat. Berjalan-jalan di antara perahu-perahu nelayan sambil melihat hasil tangkapan mereka atau mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan akan menjadi pengalaman tersendiri.
Resort ini juga dilengkapi dengan hotel yang terletak hanya sekitar 100 meter dari pinggir pantai. Bagi yang hobi camping, sebuah lapangan terbuka bisa Anda manfaatkan untuk mendirikan tenda. Jajaran warung-warung makan bertebaran, menawarkan aneka makanan tradisional dan es kelapa muda. Menginginkan bersantap dengan suasana romantis? Tepat di sebelah hotel, terdapat restoran sea food dengan pemandangan menghadap ke laut dan pertunjukan live music. Teleng Ria juga menawarkan fasilitas tempat bermain anak dan arena outbond.

  • Pantai Pancer
DSC_1188 copyPantai Pancer terletak di ujung timur Teleng Ria, di pojok sebuah teluk dengan tebing kapur berdiri kokoh di sebelah kirinya. Pantainya bersih dan masih alami. Hanya ada sebuah gardu tempat surfer biasa meletakkan papan surfing ataupun barang bawaannya. Berjalan ke arah timur, terlihat sebuah gundukan kecil dengan pemandangan luar biasa di baliknya. Sebuah sungai dengan air kehijauan yang jernih mengalir, untuk kemudian menyatu dengan laut. Memandang jauh ke utara, air sungai nampak berkilauan di bawah cahaya matahari. Berenang di jernihnya air sungai ini akan menyegarkan Anda yang mungkin lelah setelah seharian menjelajahi pantai ataupun gua.
DSC_1187 copyKetika senja mulai turun, Anda bisa menyaksikan pemandangan sunset yang spektakuler. Duduk santai di atas pasir yang hangat sambil menikmati kilauan semburat jingga dari ufuk barat dan suara deburan ombak adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri hari Anda.
Bagi Anda yang hobi berselancar, Pancer juga siap memanjakan Anda dengan ombak-ombaknya. Ada dua jenis ombak di sini, yaitu ombak bertipe beach break dan river mouth break. Dengan dasar laut berpasir, pantai ini cocok untuk semua surfer, termasuk peselancar pemula maupun yang sedang belajar. Saat sedang surut, peselancar sering mendapatkan barrel. Sementara saat pasang adalah saat yang tepat bagi para pemula untuk bersenang-senang. Bulan Mei sampai Oktober adalah waktu terbaik untuk berselancar di Pancer.
Pancer terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota dan bisa dicapai dalam waktu 10 menit dengan sepeda motor. Beberapa homestay dan penginapan bisa ditemukan tidak jauh dari pantai ini. Beberapa dari homestay ini juga menyewakan surfing board, sepeda motor, dan jasa pelatihan bagi yang tertarik untuk belajar surfing.


  • Pantai Srau


Tersembunyi di balik deretan perbukitan 25 km sebelah barat kota Pacitan (Jawa Timur, Indonesia), Pantai Srau adalah salah satu surga bagi para surfer. Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota membuat pantai indah ini belum terlalu ramai dengan pengunjung. Desa terdekat berjarak beberapa kilometer. Jangan membayangkan hotel-hotel ataupun restoran. Hanya terdapat sebuah mushola dan aula terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Beberapa buah warung kecil menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya seperti mie instan, gorengan, es kelapa muda, teh ataupun kopi. Ketika YogYES mengutarakan niat untuk bermalam, seorang penjaga warung menyarankan untuk tidur di mushola karena memang belum adanya fasilitas tempat menginap yang memadai.
Pantai ini memiliki 3 surf spots dengan ombak yang cukup menantang bagi peselancar yang sudah cukup handal. Spot pertama terletak di belakang portal tiket sehingga sering disebut sebagai The Portal. Spot kedua adalah Pancingan, berada di bawah bukit karang sebelah barat pantai yang sering dipakai mangkal oleh para nelayan pemancing ikan. Sementara spot ketiga adalah Pandan, berada di balik bukit karang ini.
Pantai Srau memiliki memiliki tipe ombak reef break, artinya ombak tercipta karena gelombang air laut membentur karang. Dasar pantainya pun didominasi oleh batu karang, sehingga peselancar harus lebih berhati-hati. Bulan November hingga Februari adalah waktu yang terbaik untuk surfing dan mengejar barrel di Pantai Srau.
Selain memanjakan surfer dengan barrel-nya, Srau juga menawarkan pesona keindahan pantai dengan hamparan pasir putih yang dihempas ombak yang jernih. Kejernihan airnya inilah yang juga menjadikan tempat ini cocok untuk snorkeling dan menikmati keindahan serta keragaman biota laut. Bosan berjalan-jalan di bibir pantai? Cobalah naik ke bukit kecil di sebelah kanannya. Hiking di bukit karang ini sambil memandang bentang pantai dan laut yang luar biasa indahnya akan segera menghilangkan rasa bosan Anda. Bukit ini juga adalah surga bagi para pemancing ikan. Selain para nelayan, tidak sedikit orang-orang yang hobi memancing sengaja datang dari luar kota dan menghabiskan harinya di sini.

  • Pantai Watu Karung
  
suasana pantai yang masih sepiPantai ini berjarak sekitar 15 km dari Pantai Srahu, dimana kita dapat menikmati pemandangan pantai ala Parang Tritis di Jogya sambil menikmati ikan bakar/goreng yang dipetik langsung dari laut. Di antara jalan menuju ke Pantai Watukarung, ada goa Jaran yang panjangnya mencapai 48 km, yang merupakan salah satu goa terpanjang di dunia.
Pantai Pacitan di sebut-sebut sebagai pantai terbaik se-Asia itu ternyata luput dari perhatian Investor lokal, bahkan biro biro wisata khususnya Jatim tidak menyertakan pantai ini sebagai jujukan wisata.Perjalanan menuju Pantai Watu Karung (WK) tidaklah mudah. Tersembunyi di salah satu titik sepanjang garis pantai selatan Pacitan (Jawa Timur, Indonesia), Pantai Watu Karung bisa dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil sewaan melalui jalan berkelok naik turun perbukitan. Tempat ini juga menjadi tempat pelelangan ikan para nelayan sekitar. Namun perjalanan belum berakhir karena surf spots berada di tempat yang berbeda.
Di balik keindahannya, Pantai Watu Karung ternyata memiliki ombak yang luar biasa. Dengan tipe reef break dan dasar laut berupa batu karang, pada saat-saat tertentu Pantai Watu Karung bisa menghasilkan barrel yang akan membuat surfer serasa berada di surga. Baik surfer dengan goofy style maupun natural bisa berselancar di sini karena Pantai Watu Karung memiliki ombak kanan dan kiri. Tempat ini juga belum terlalu ramai, sehingga surfer bisa mengejar ombak dengan leluasa. Angin offshore biasanya datang pada bulan April – Oktober, menjadikan bulan-bulan ini adalah saat-saat terbaik untuk bercengkerama dengan barrel Watu Karung. Tahun 2009 lalu, peselancar top Indonesia Rizal Tanjung mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008 untuk menjajal dan membuktikan betapa ombak Pantai Watu Karung adalah ombak kelas dunia.
  • Pantai Klayar
KlayarTerletak sekitar 30 km dari kota Pacitan termasuk wilayah desa Widoro kecamatan Donorojo. Di pantai ini kita bisa menikmati deburan ombak pantai selatan yang disambut oleh pasir putih yang terbentang luas. Kita juga bisa menikmati muara sungai yang berwarna kehijauan bertemu dengan laut yang berwarna kebiruan yang menyegarkan mata. Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang mirip Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami hingga setinggi 10 meter yang menjadikannya pantai dengan pesona alam yang tiada duanya.
Klayar terletak kurang lebih 45 km sebelah barat Pacitan dan dapat dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil. Perjalanan menuju ke sana adalah sebuah tantangan tersendiri yang akan memacu adrenalin karena jalan yang sempit dan rusak di beberapa bagian, kelokan tajam serta rute naik turun perbukitan. Ada beberapa ruas dengan tanjakan dan turunan cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan.
Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai, diapit bukit karang di kanan dan kirinya. Anda bisa naik ke bukit karang di sebelah kanan dan menikmati pemandangan landscape Klayar yang indah dari sebuah gardu pandang.
Puas menikmati Klayar dari atas, berjalan-jalan menyusuri pasirnya yang putih menjadi pilihan yang paling pas. Berjalan ke arah timur, Anda akan bertemu dengan sebuah sungai kecil yang mengalir membelah pantai untuk kemudian menyatu dengan air laut. Menyeberangi sungai ini menjadi sensasi tersendiri yang mengasyikkan. Di beberapa titik kedalamannya mencapai paha orang dewasa. Tidak jauh dari muara ini, sungai lain yang lebih kecil namun tidak kalah cantik mengalir tenang membentuk muara yang kedua. Dasarnya berpasir hitam dengan garis-garis pasir putih yang terbawa dari pantai.
Pantai Klayar with Seruling Laut, Batu Karang Sphinx, dan Karang Bolong
pantai klayar air mancurDi ujung timur Anda akan disapa oleh sebuah laguna yang jelita. Diapit 2 gugusan batu karang, laguna ini terlihat indah dengan gulungan ombak jernih yang menghantam dinding karang dan kemudian memecah dan berputar di hamparan pasir putih. Laguna kecil ini memang mempesona dan membuat betah berlama-lama duduk santai memandangnya. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dindingnya dengan buih-buih putih yang cantik.
Batu-batu karang menjulang tinggi di sebelah timur laguna. Salah satunya kalau diperhatikan mirip dengan bentuk Sphinx. Menjelajahi area karang di belakangnya, terlihat beberapa lubang kecil berisi air yang nampaknya menjadi rumah bagi kepiting-kepiting kecil. Nun jauh di sebelah kanan, nampak bukit karang dengan terowongan alami di bawahnya.
Jangan kaget ketika di belakang Anda tiba-tiba sebuah air mancur menyembur ke atas. Lagi-lagi sebuah fenomena alam luar biasa. Ada sebuah celah di batu karang ini. Ketika ombak datang dengan cukup deras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa yang bisa mencapai ketinggian hingga 10 meter. Air mancur ini juga disertai dengan suara mirip siulan sehingga sering disebut sebagai seruling laut.

  •  Pantai Karang Bolong
Selain Klayar, salah satu Pantai yang indah di Pacitan adalah Pantai Karang Bolong, yang letaknya berada tak jauh dari kawasan Klayar.
Pantai Karang Bolong masih berada di Kelurahan Sendang, Donorojo Pacitan, atau jika menuju ke Pantai Klayar, letak pantai Karang Bolong yang ada di sebelah barat. Jalan masuknya tepat di depan pos retribusi pantai Klayar. Namun hingga saat ini, aksesnya masih alami dan cukup sulit apalagi dalam kondisi jalan basah. Sepertinya jalan yang masih dari tanah ini terbentuk karena kebiasaan kendaraan melewati jalur ini.
Panorama khas Pantai Karang Bolong adalah kita bisa menikmati keindahan pantai selatan dengan tebing-tebing hijau yang gagah dengan tebing yang menjorok kelaut yang berada di tepi Barat pantai ini. Tak jauh beda dengan pantai Uluwatu yang ada di Bali.
Dinamakan Karang Bolong karena dari sebuah tebing terdapat ditengahnya berlubang. Hamparan batu karang besar, desiran ombak dan gagahnya tebing di kanan kiri pantai pastinya membuat kita betah untuk berlama-lama di pantai ini.

  • Kali Maron dan Pantai Iroboyo








Pantai NgiroboyoKali Maron adalah ‘ Green Canyon’ Pacitan. Terletak di Desa Maron Kec.Pringkuku sekitar 15 km dari Goa Gong arah Pantai Klayar. Untuk menuju pantai Iroboyo pengunjung disarankan menyewa perahu penduduk yang menyusuri Kali Maron sepanjang 4,5 km dari desa Maron. Pemandangan di sepanjang sungai berdiri pohon kelapa dan pohon jambu yang hijau dan asri dengan air sungai berwarna kehijauan yang menyegarkan mata. Di salah satu lokasi aliran Kali Maron terdapat ceruk sungai yang oleh warga setempat dikeramatkan dengan nama Kali Sirah, namun di sinilah letak eksotiknya Kali Maron dengan sungai yang airnya berwarna hijau didiami ratusan ikan air tawar dan ketenangan suasananya, menjadikan tempat ini sebagai Green Canyon of Pacitan. DI Pantai Iroboyo yang berpasir besi warna hitam kita dapat bermain water tubing dan surfing.

  • Pantai Krikilan



Pantai Krikilan terletak di desa Widoro Kec. Donorojo merupakan pantai yang masih sangat alami karena baru dibuka pada awal tahun 2012. Lokasinya di sebelah timur pantai Nampu (wilayah Jawa Tengah) sekitar 6 km jalan darat dari Pantai Klayar.
  • Pantai Buyutan


Sama seperti Pantai Krikilan, Pantai Buyutan terletak di desa Widoro Kec. Donorojo merupakan pantai yang masih sangat alami karena baru dibuka pada awal tahun 2012. Lokasinya di sebelah timur pantai Krikilan sekitar 6 km jalan darat dari Pantai Klayar.
  • Pantai Bawur
aaaaa
Pantai Bawur terletak di Sidomulyo Kec. Ngadirojo sekitar 30 km sebelah timur Pacitan. Saat ini di lokasi Pantai Bawur dijadikan tempat pembangkit tenaga listrik yang dikelola oleh PT.PJB anak perusahaan PT.PLN.
  • Pantai Bakung
http://alipz33.xtgem.com/files/Bakung_pacitan_alipz33.xtgem.com.jpg
Terletak di Desa Karang Nongko Kec.Kebon Agung sekitar 10 km sebelah timur Pacitan. 
  • Pantai Ndangkal

Pantai yang terletak di Desa Worawari Kecamatan Kebonagung ini memang benar-benar memanjakan mata pengunjung yang datang. Bayangkan, mau masuk pantai saja sudah disambut hamparan luas menghijau menyejukkan mata dari areal pesawahan petani yang dibatasi sungai di kanan kirinya dengan pohon kelapa yang berjajar disepanjang sisinya. Kemudian perjalanan dilanjutkan melewati jalan setapak yang bisa dilewati sepeda motor, menyusuri sungai yang mengalir jernih dan bermuara di bibir pantai. Begitu sampai di pantai langsung telihat hamparan pasir dan debur ombak khas pantai selatan.

Pantai berpasir bersih sepanjang kurang lebih 500 meter ini berupa teluk yang dibatasi tebing yang menjulang tinggi di kedua sisinya. Sedangkan antara pantai dan kawasan persawahan di batasi oleh muara sungai yang lumayan lebar, sehingga jika mau menginjakkan kaki di kawasan pasir pantai harus terlebih dahulu menyeberangi sungai tersebut. Disinilah tantangan sekaligus keasyikannya, harus mau berbasah-basah. Hanya saja perlu sedikit berhati-hati ketika menyeberang, karena ketika air laut pasang ketinggian air bisa mencapai leher orang dewasa.

Aktivitas apa yang memungkinkan dilakukan di Pantai Dangkal?
Harus diakui kalau kawasan Pantai Dangkal adalah pantai yang sangat komplit untuk kegiatan wisata alam. Mulai dari camping, mancing, berenang, sampai kegiatan yang agak ekstrem seperti surfing dan panjat tebing. Bahkan bagi yang bosan dengan suasana kota, aktifitas petani setempat yang sedang mengolah areal persawahannya ataupun nelayan yang sedang menjala ikan bisa menjadi daya pikat tersendiri.

  • Pantai Sidomulyo/Puring
SidomulyoPantai Sidomulyo ini terletak di desa Sidomulyo Kec. Ngadirojo kabupaten Pacitan, yang sekitar 50 km arah timur dari Ibukota Kabupaten Pacitan dan terjangkau dengan semua kendaraan . pantai pasir putih adalah wajah ke pantai selatan yang panjangnya 2 Km.
Para pengunjung dapat membuat berbagai macam kegiatan di sini, seperti berenang, mandi matahari, ikan, dll dengan menikmati laut besar.
  • Pantai Pidakan
Kerikil – kerikil pantai itu hampir secara penuh menyelimuti pasir Pantai Pidakan. Mungkin pantai ini adalah satu-satunya pantai dengan panorama kerikil di Indonesia. Kerikil di Pantai ini semuanya berwarna putih, sehingga menambah pesona keindahan pantai selatan ini.
Pantai ini berada di wilayah Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Dari Kota Pacitan kurang lebih 50 KM menuju Desa Jetak. Untuk menjangkaunya, bisa melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan yang baru diresmikan bulan Agustus lalu. Pantai ini berada dipinggir JLS, kurang lebih 2 kilometer dari JLS.
Hal yang sangat unik dan yang membedakan pantai ini dengan pantai-pantai lain yang berada di Pacitan adalah rincian dari material pantainya, yang 70 % pantainya berisi bebatuan alam dan sisanya merupakan pasir putih. Sehingga di sana terdapat banyak batuan -batuan alam yang kesemuanya dalam berbagai variasi bentuk maupun ukuran.
Dengan panorama kerikil, berpadu dengan ombak pantai selatan yang melambai – lambai, disertai banyaknya pohon kelapa yang bertebaran, menjadikan Pantai Pidakan yang masih sangat alami ini salah satu referensi favorit wisata keluarga anda. Untuk masuk ke dalam pantai, Anda cukup memberikan biaya tiket masuk seikhlasnya, karena pengelolaan pantai ini masih tradisional, artinya penduduk lokal saja yang mengelola pantai ini secara mandiri.

  • Pantai Tawang
Terletak di Kecamatan Lorok sebelah timur Pacitan berjarak sekitar 45 km arah Trenggalek. 
  • Pantai Kali Wuluh
http://alipz33.xtgem.com/files/Kaliuluh_pacitan_alipz33.xtgem.com.jpg
Pantai ini terletak di desa Klesem kecamatan Kebon Agung sekitar 15 km arah timur kota Pacitan.
  • Pantai Wawaran
Kecamatan Kebonagung adalah salah satu kecamatan di Pacitan diantara beberapa kecamatan lainnya yang berada pada wilayah garis Pantai Selatan. Selain memiliki pemandangan pegunungan yang indah, Kecamatan ini juga memiliki potensi besar di bidang perikanannya. Pantai Wawaran, yang merupakan Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Kebonagung adalah Pantai yang produktif dan prestatif dalam hal hasil ikannya. Pantai ini, selain memiliki panorama alam khas laut selatan yang indah dengan ombaknya yang besar, juga memiliki prodktifitas tinggi menghasilkan ikan – ikan yang berkualitas tinggi. Pantai Wawaran ini merupakan sentra pengembangan penangkapan ikan laut yang telah mendapatkan penghargaan Presiden RI. Di bawah Koperasi Mina Upadi, usaha perikanan laut berkembang pesat dan mulai menerapkan modernisasi nelayan.
Lokasi Pantai ini berada di dusun Wawaran yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, panorama alamnya sangat menawan. Pantai ini juga memiliki Pasir Putih dan hamparan hutan bakau dan pohon nyiur di sepanjang pantainya, melengkapi keindahan alam di Kecamatan Kebonagung. Gelombang yang menerjang karang setiap saat di salah satu sisi tebing terjalnya, melengkapi keindahan pantai Wawaran. Lautnya dalam danberwarna biru, tidak jauh dari pinggir pantai tampak di bawah permukaan bongkahan batu karang yang timbul dan tenggelam dipermainkan oleh ombak khas Pantai Selatan.
Selain keelokan Pantainya, Pantai ini pernah juga mengharumkan nama Kabupaten Pacitan serta Jawa Timur dengan prestasi yang ditorehkan Kelompok Nelayan Mina Upadi ketika menjadi juara lomba Optikapi (optimalisasi penangkapan) tingkat nasional pada tahun 2005 yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Atas prestasinya itu, kelompok nelayan yang berdiri tahun 1987 dan beranggotakan 65 nelayan tradisional tersebut mendapat hadiah perahu berukuran 25 Gross Tons (GT).
Pantai Wawaran yang masih alami menjadi pusat mata pencaharian bagi masyarakat sekitarnya telah menjadi nafas kehidupan bagi mereka. Selain pesona alamnya yang indah, pantai nan elok ini juga sangat produktif menghasilkan ikan – ikan yang berguna untuk kehidupan masyarakat sekitar. Selamat datang di Pantai Wawaran Kebonagung, pantai elok yang produktif.
  • Pantai Banyu Tibo
Kawasan wisata baru ini Terletak di Desa Widoro Kecamatan Donorojo. Jika cuma air terjun biasa mungkin tidaklah sebegitu menarik, tetapi  ada yang membuat Banyu Tibo menjadi sangat menarik, yaitu air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai. Air terjun ini berasal dari sebuah sungai kecil yang  jernih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Aliran air inilah yang berakhir dengan terjun dan menyatu dengan debur ombak laut selatan disebuah teluk kecil yg dikelilingi batu karang.
Berbagai aktivitas bisa dilakukan pengunjung di pantai ini. Yang hobby mancing bisa mencoba spot mancing disekitar  area pantai ini. Karena pinggir pantai didominasi tebing-tebing karang, teknik rock fishing yang banyak dipakai oleh mancing mania.
Pengunjung pun sebenarnya bisa turun ke area pasir dan mandi di air terjun, tetapi tentunya butuh keberanian dan harus menunggu waktu air laut sedang surut. Untuk turun ke lokasi pasir harus melalui tebing-tebing karang jadi dibutuhkan keahlian panjat tebing atau lebih aman lagi pakai alat semacam tangga ataupun tali.
  • Pantai Tamperan
1372685945213334761613726860261886703889
Di tempat ini terdapat Suar sebagai penanda dan petunjuk bagi kapal/ perahu yang keluar masuk Teluk Pacitan agar tidak “tersesat”.

Wisata Goa

  • Goa Putri
Goa ini terletak berdekatan dengan Goa Gong di kecamatan Punung (sekitar 15 km dari Pacitan) Merupakan salah satu obyek wisata goa yang ada di Pacitan yang patut untuk dikunjungi sebelum mengunjungi Goa Gong

  • Goa Gong
Goa ini terletak di desa Bomo Kecamatan Punung yang letaknya sekitar 4 km dari Goa Putri, diyakini sebagai salah satu goa wisata tercantik di dunia dengan kedalaman 700-800 meter yang terdiri dari 7 ruangan besar yang eksotik yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kita bisa menikmati stalagtit dan stalagnit dari tetes-tetes air yang masih hidup di dalam goa ini. Menuju lokasi ini menempuh perbukitan namun jalan relatif bagus.
Gua ini merupakan gua yang indah dan cukup dalam diantara gugusan gua-gua yang terletak di disekitarnya.  Karena masih ada beberapa gua lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gua Gong, seperti Gua Tabuhan dan Gua Putri. Gua Gong memiliki stalagtite dan stalagmit yang mengagumkan dan dikatakan menjadi indah di Asia Tenggara. Memiliki kedalaman sekitar 256 m .


Penamaan gua Gong sendiri bertalian erat dengan salah satu nama perangkat gamelan Jawa.  itu masyarakat sekitar menamakan gua tersebut menjadi Gua Gong.  Pada hari-hari tertentu setiap hari Jumat, ada suara musik tradisional yang disebut “Jaranan” gong (gong tradisional) adalah instrumen yang paling keras suara dari yang lain. Sampai sekarang, kadang-kadang suara masih dapat didengar, itulah sebabnya gua ini sekitar 256 meter di bawah tanah, memiliki 12 kamar, 7 mata air dan satu kamar mandi alam.
gua gong Gua Gong PacitanGua ini terletak sekitar 30 km barat Pacitan,Jawa Timur. tepatnya di Desa Bomo, Punting kabupaten dan mudah dicapai dengan semua jenis kendaraan baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua dengan memakan waktu sekitar 45 menit. Daerah ini juga tersedia beberapa fasilitas, seperti; toko suvenir, restoran, tempat parkir, Masjid, dll.
Saat  memasuki gua, Anda akan melihat keeksotisan dengan dinding-dinding gua yang terlihat kuning keemasan. Terdapat kipas angin besar di dalamnya yang sengaja diletakkan di beberapa sisi gua untuk mengurangi rasa panas di dalam gua. Memasuki ruang pertama, yaitu ruang Sendang Bidadari, di  ruangan ini terdapat sendang kecil dengan air yang dingin dan bersih. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari, dimana menurut cerita diruangan kadang melintas bayangan seorang wanita yang cantik.
PacitanRuang tiga dan empat adalah ruang kristal dan marmer,  dalam ruangan tersebut tersimpan batu kristal dan marmer di sisi-sisi atas dan samping gua dengan kualitas yang hampir sempurna. Memasuki ruanglima, adalah ruangan yang sedikit lapang. Di tempat ini pernah dijadikan konser musik empat negara, yaitu;Indonesia, Swiss, Inggris dan Perancis dalam kerangka mempromosikan keberadaan Gua Gong ke mancanegara.Ruang enam adalah ruang pertapaan dan terakhir ruang tujuh adalah batu gong. Adalah batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan suara seperti gong.

  • Goa Tabuhan

goa tabuhan photo 03goatabuhan-menujumulutgua_zpsf674994c.jpgBerjarak sekitar 10 km dari Goa Gong terletak di kecamatan Donorojo. Di dalam goa ini kita bisa menikmati sajian musik gamelan Jawa yang instrumennya dari stalatit/stalagnit yang ada di Goa Tabuhan. Anda pecinta musik tradisional, khususnya gamelan? Well, berarti Gua Tabuhan harus masuk dalam daftar wajib kunjung Anda. Lho, memang apa hubungannya gua dengan musik gamelan? Sesuai dengan namanya, Tabuhan berasal dari kata “tabuh” atau membunyikan alat musik pukul. Namun simpan dulu rasa penasaran Anda hingga selesai menyusuri gua ini.
Begitu tiba di area gua yang berada kurang lebih 40 km dari Pacitan ini, mulut gua akan langsung menarik perhatian Anda. Lubang selebar 16 m di lereng kawasan karst ini dihiasi dengan puluhan stalaktit batu kapur berwarna putih. Stalaktit-stalaktit ini begitu kokoh, mengingatkan YogYES pada gigi-gigi taring raksasa yang sedang menguap. 




Rongga gua luas dan lebar, dengan beberapa ceruk gelap di pojok-pojoknya. Meski sebuah jalur setapak bersemen sudah dibangun di dalam gua, namun Anda harus tetap berhati-hati dalam melangkah. Beberapa stalaktit masih meneteskan air dan membuat licin di beberapa bagian.
Gua yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung ini termasuk salah satu situs peninggalan sejarah penting dan disinyalir sebagai salah satu gua hunian kering manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak 50 ribu tahun yang lalu. Terdapat jejak bengkel alat batu dari masa 10 ribu tahun yang lalu, temuan moluska, dan bahkan fosil gigi manusia yang masih menempel pada dinding gua. Di bagian kanan terdapat beberapa bekas penggalian arkeologi yang dipagari. Sayangnya hasil-hasil penggalian tidak dipamerkan di sini.
Berjalan ke ujung belakang sebelah kanan gua, Anda akan menemukan jawaban atas hubungan antara gua dengan musik gamelan. Beberapa stalaktit dan stalagmit dengan ajaib bisa menghasilkan suara sesuai tangga nada apabila dipukul. Sekelompok seniman setempat memanfaatkannya untuk menghibur para pengunjung. Bila ingin membuktikannya, Anda cukup membayar Rp 70 ribu dan mereka akan memainkan 6 buah lagu Jawa. Tertarik untuk mencoba?

Disekitar area Goa Tabuhan ini terdapat Sentra Batu Akik Lho...Ubibam (Unit Bina Usaha Batu Mulia) namanya. Merupakan lokasi sentra pengrajin batu akik yang terletak berdekatan dengan lokasi goa Tabuhan. Kita dapat memilih kerajinan akik bagi penghobi batu akik.


  • Goa Kalak
Letak goa ini di antara jalan Pantai Klayar dan Goa Gong (sekitar 3 km dari Goa Gong) Merupakan goa tua yang pernah ditemukan adanya fosil purba yang asyik untuk dikunjungi. gua ini dulunya juga sebagai obyek wisata sebelum gua gong diketemukan, dan menuruh cerita orang orang dulu juga gua ini sebagai tempat pertapaan ataupun bersemedi untuk memohon sesuatu. konon mantan presiden RI ke 2 Bp Soeharto pun juga pernah tirakat di gua ini. gua yang berada di sisi selatan gua gong berjarak kurang lebih 5 km. berada di tepi jalan goa gong menuju kalak. pemandangan saat ini sungguh memprihatinkan karena dulu yang dibanggakan namun sekarang kurang perawatan kelihatan dengan kondisi kebersihan dan fasilitasnya. gua ini juga memiliki pemandangan stalagtit dan stalagmit sangat indah. dengan berada di perut bukit dengan penunjuk nama guanya disisi atasnya akan sangat terlihat apabila melewati jalan tersebut. kondisi jalan bagus.

  • Goa Luweng Jaran
 
Terletak di Desa Jlubang Kecamatan Pringkuku, kurang lebih 15 Km dari kota Pacitan. Sangat cocok untuk wisatawan adventurir. Diperlukan peralatan, keahlian dan stamina yang khusus untuk memasuki goa ini. Mungkin nama goa yang satu ini masih asing di telinga kebanyakan orang, tidak sebagaimana tatkala mendengar nama Goa Gong atau Goa Tabuhan. Meski demikian keindahan goa yang satu ini tidak kalah jauh dibanding dengan kedua goa tersebut. Bahkan konon goa ini merupakan goa terpanjang di Indonesia.
Goa Luweng Jaran terdaftar pada tahun 2002, ditemukan pertama kali oleh penduduk setempat pada tahun 1984. Sampai saat ini, goa Luweng Jaran belum terbuka untuk umum, bahkan yang pertama kali memerawani goa ini justru para bule yang merupakan tim ekspedisi gabungan Anglo-Australia pada tahun 1987. Pada tahun ini hasil pemetaan goa tersebut mencapai panjang 11 km, kemudian ketika dilakukan ekspedisi kembali pada tahun 1992, goa ini terhubung dengan luweng Punung Plente (salah satu daerah di kota Pacitan), sehingga panjang goa mencapai 19 km. Data terakhir pada tahun 2002 panjang goa ini mencapai 25 km.
Berbeda dengan Goa Gong maupun Goa Tabuhan yang strukturnya didominasi oleh bebatuan dengan berbagai macam bentuk keindahannya, goa Luweng jaran merupakan goa aliran sungai (sungai bawah tanah). Pintu masuk goa ini juga berupa sungai. Bahkan goa ini merupakan Swallow Hole atau tempat menghilangnya sungai permukaan ke dalam gua. Goa ini dikenal juga dengan nama goa Labirin karena lorongnya bercabang-cabang dan bertingkat.Meski belum terbuka untuk umum sebagai tempat wisata, namun goa ini merupakan “surga” petualangan bagi para aktifis pecinta alam. Karena goa yang satu ini menyajikan beragam keindahan, tantangan sekaligus keajaiban. Dinding goa merupakan ornamen hamparan batu selayaknya relief ghaib istarat alam. Stalagtit dan stalagmit menjuntai dengan aneka bentuk, ada yang mirip manusia, binatang, menara bahkan miniatur Grand Canyon membentuk taman batu yang basah dan indah sekaligus mempesona.
 Satu lagi pesona keajaiban alam yang terdapat pada goa ini yaitu adanya tunas pohon kelapa yang menyeruak diantara pekatnya dinding dan atap goa yang basah, meski kekuningan namun pohon ini tetap hidup, ada juga yang menganggap ini hanya ornamen menyerupai pohon. Selain itu dilantai goa terbentuk telaga kecil yang berasal dari kumpulan tetesan air yang bening dan menampakkan dasar goa.  Suara tetesan air ini terdengar ritmis dan teratur bersaing dengan suara angin khas daerah pegunungan selayaknya suara magis, indah yang mengharukan.  Pesona ini diperkuat dengan pemandangan di lantai dan dinding goa, tebaran batuan mutiara yang menyinar tajam, memancarkan kilauannya. Namun para pengunjung dilarang keras memungut batuan ini karena salah bergerak sedikit saja, dinding kapur goa bisa retak dan runtuh.
Banyak hal unik yang tidak ditemukan di goa lain terdapat di Luweng Jaran. Lorong goa penuh lumpur dan juga terdapat static pool, selain itu material pasir besi dari laut dalam sebuah cekungan  di dasar goa juga menambah pesona goa ini.
Salah satu lorong di sisi barat chamber tersusun dari runtuhan bongkahan batu ukuran raksasa. Bagi pengunjung yang bermaksud menelusuri goa ini penelusuran dimulai dengan berjalan merunduk di antara celah-celah kecil bongkah batu. Di antara celah kecil itu, ada satu lorong kecil yang harus ditelusuri dengan cara merayap. Lorong inilah yang menyimpan keindahan ornamen yang semuanya telah mengkristal.
Kristal dari ornamen yang menyerupai selimut salju ini menyimpan berbagai misteri alam karena banyak bentukan-bentukan spesifik yang tak dapat dijumpai di goa lain. Salah satu ornamen unik di lorong ini adalah cave pearl, ornamennya berbentuk seperti kilauan mutiara dengan ukuran sebesar kelereng hingga kepalan tangan. Ornamen ini sering menjadi impian setiap caver karena tidak selalu ditemukan dalam penelusuran goa.
Panjang dan luasnya lorong Luweng Jaran, ditambah banyaknya ornamen goa spesifik, menjadikan goa ini sebagai dambaan kelompok penelusuran goa atau pencinta alam. Pengaturan manajemen yang baik dalam kegiatan penelusuran, bukan tidak mungkin akan memberi pengalaman berharga.
Sebagai contoh, penempatan basecamp di dasar luweng memberi arti bagaimana kita dapat menjalani metabolisme kehidupan dalam ruangan gelap gulita yang tidak mengenal perbedaan siang dan malam, jauh dari keramaian dan kebisingan. Hal-hal ini sudah merupakan kisah menarik dalam perjalanan hidup seorang penelusur goa.
Goa ini terletak di dusun Kasri, desa Jlubang, kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Lokasinya berada di perbukitan desa Jlubang, sekitar 20 km dari kota Pacitan ke arah Barat. Sampai saat ini goa ini baru disambangi oleh para pecinta petualang, belum dibuka untuk wisatawan. Diperlukan keberanian dan perasaan tertantang untuk menyambangi dan menyusuri goa ini.
  • Goa Song Terus
Goa Song Terus terletak di area dekat Goa Tabuhan. Berbagai temuan arkeologi menunjukkan bahwa ternyata Pacitan sudah dihuni pada masa-masa pra sejarah. Benda-benda yang ditemukan tersebut diduga merupakan alat-alat kerja tingkat sederhana jaman Prasejarah yang digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makan. Dikenalnya Pacitan sebagai situs arkeologi dimulai sekitar tahun 1935 saat Gustav Heinrich Ralph von Keningswald, seorang paleontology dan geology dari jerman serta M.W.F. Tweedie menemukan situs Kali Bak Sooka di Kecamatan Punung. Situs ini merupakan Bengkel Manusia Purba Terbesar dari kebudayaan Paleolitik atau lebih dikenal sebagai budaya Pacitanian. Selanjutnya ditemukan kurang lebih 261 lokasi situs prasejarah dengan 3000 temuan artefak.
Temuan artefak di Pacitan ada berbagai macam diantaranya Kapak Perimbas yang mempunyai multi fungsi, selain alat untuk mencari ubi juga untuk berburu. Dalam kegiatan berburu, terutama mulai pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut manusia juga menciptakan ujung anak panah dari batu. Temuan-temuan lainnya diantaranya adalah Kapak Genggam, Kapak penetak, mata anak panah, serut, alat-alat dari tulang, dsb. Pernah ditemukan juga manik-manik sebagai sarana yang dipakai sebagai perhiasan dan juga biasanya dipakai sebagai bekal kubur. Manik-manik semacam ini mulai ada sejak masa bercocok tanam yang pada saat itu juga berkembang kebudayaan Megalithicum/batu-batu seperti dolmen, kubur batu, dan sebagainya.
Tidak hanya peralatan tetapi juga pernah ditemukan fosil manusia purba dari ras Austrialid yang hidup sekitar 12.000 tahun sebelum masehi. Ketika ditemukan, kerangka manusia purba berjenis kelamin perempuan itu dalam posisi terlipat menghadap dinding goa dan disangga beberapa batu. Ditangannya memegang peralatan dari batu. Satu lagi kerangka juga ditemukan tetapi rasnya berbeda, yaitu dari ras Mongoloid.
Situs-situs ditemukannya artefak-artefak tersebut diantaranya adalah situs Kali Bak Sooka, Song Keplek, Song Terus, situs Sungai Banjar, Sungai Karasan, Sungai Jatigunung (Tulakan), Kedung Gamping, Mantren, dsb.
  • Goa Luweng Suling

Goa ini terletak di Desa Sawahan Kalak, Kec. Donorojo Pacitan. Goa dengan tipikan vertical yang di dalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah dan air terjun setinggi 45 m. merupakan alternative wisata petualangan yang memerlukan keahlian khusus. Air sungai bawah tanah diangkat ke permukaan dan dimanfaatkan untuk 8 dusun yang ada sekitar goa untuk konsumsi saat musim kemarau panjang.


  • Goa Luweng Ombo

Masuk gua, menelusuri kedalaman hati manusia yang gelap dalam seantero kemungkinan berjuta penghianatan dalam pertemanan. Bersama kita mencari sumber yang murni. Ya, kitalah pembawa cahaya itu, mari eksplorasi kembali, eksplorasi sampai skripsi… ” ( Mirza A. Hevicko)
Menelusuri Luweng Ombo, sebuah gua vertikal yang terdapat pada koordinat 110o 56’ 36,2” BT dan 08o 10’ 14“ LS. Secara geografis Luweng Ombo berada di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Luweng adalah sebutan untuk gua vertikal, Luweng Ombo sendiri merupakan gua single pitch yang berbentuk pothole dengan diameter ± 80 meter dan kedalaman vertikal ± 120 meter, di dalamnya terdapat lorong horizontal ± 800 meter. Mulut luweng ini terlihat dari jalan mobil dengan jarak sekitar 50 meter. Dasar gua ini tidak datar seperti yang terlihat dari mulut di atas, dan tanaman yang terlihat seperti rumput nyatanya adalah pohon – pohon setinggi kira-kira 1,5 meter.
Selain, Goa dan Luweng yang telah kita bahas bersama-sama tadi. Ternyata masih terdapat banyak sekali Goa-Goa dan Luweng-Luweng yang tersebar di sekitar Gunung Limo yang merupakan jajaran Gunung Kapur yang ada di Kota Pacitan. Adapun daftar Goa dan Luweng lainnya, sebagaimana berikut:

Berikut Daftar Goa dan Luweng di Pacitan

No.
Nama Goa dan Luweng

No.
Nama Goa dan Luweng
1
Goa Sukamono

53
Goa Jebulan Kalimati
2
Goa Watusigar

54
Goa Jebulan Dung
3
Goa Melikan

55
Goa Jurang
4
Goa Kendil

56
Goa Butun
5
Goa Semedi (closed)

57
Goa Dampar Wetan
6
Goa Dawung

58
Goa Grijing Kulon
7
Goa Bluwe

59
Goa Seropan Wetan
8
Goa Ngleto

60
Goa Pandan Duwur
9
Goa Ngarengareng Wetan

61
Goa Klamun
10
Goa Klatakan

62
Goa Curi
11
Goa Klakaran

63
Goa Sawo
12
Goa Mati

64
Goa Jebulan Watulumbung
13
Goa Lungursalam

65
Goa Sumur
14
Goa Kendil Jatigunung

66
Goa Nglomo
15
Goa Banyu

67
Goa Tompe
16
Goa Jebolan Kaligalang

68
Goa Tholan
17
Goa Surupan

69
Goa Dok Jumbleng
18
Goa Dampar Kulon

70
Goa Sinoman
19
Goa Banyu Tarung

71
Goa Mulur
20
Goa Seropan Kulon

72
Goa Srau
31
Goa Watu Kurung

73
Goa Bongoa
32
Goa Watu Lumbung

74
Luweng Ular
33
Goa Wedi Putih

75
Luweng Kebo
34
Goa Platar

76
Luweng Suro
35
Goa Singkil

77
Luweng Watu Tunggak
36
Goa Ngandan

78
Luweng Ombo Kalak
37
Goa Clangap Dlopo

79
Luweng Munung Plente
38
Goa Gede

80
Luweng Sriti
39
Goa Greges

81
Luweng Ngaren-aren
40
Goa Song Gupuh

82
Luweng Mocing
41
Goa Ngasem

83
Luweng Lungur Salam
42
Goa Sirondo

84
Luweng Songgantol
43
Goa Petung

85
Luweng Dolesan
44
Goa Jeblukan

86
Luweng Jambubeleh
45
Goa Grinjingan Wetan

87
Luweng Jaran
46
Goa Guprak

88
Luweng Ombo Sugih Waras
47
Goa Ganjuran

89
Luweng Keto
48
Goa Watu Gudang

90
Luweng Songo
49
Goa Klopan

91
Luweng Keprol
50
Gua Klopo

92
Luweng Pucung
51
Goa Temon

93
Luweng Seprei
52
Goa Dadak

94
Luweng Ombo Sanggrahan



No comments:

Post a Comment